Text
Mega trends Asia
Asia lama terpecah belah oleh budaya, bahasa, ideologi, politik, falsafah keagamaan, dan geografi. Asia baru yang ditempa oleh integrasi ekonomi, teknologi, dan terutama teknologi komunikasi, per jalanan dan mobilitas penduduk akan semakin tampak sebagai kawasan yang koheren, padu dan saling menunjang. Tetangga dan teman saya dari Telluride, John Lifton, seorang Inggris, ingat bahwa pada tahun 1960-an kaum muda Eropa untuk pertama kalinya mulai menyebut diri orang Eropa dan bukan Inggris, Prancis, atau Jerman persis ketika saat ini banyak orang muda di seluruh Asia mulai menyebut diri orang Asia Sambil menampilkan gejala tersebut, Megatrend Asia tidak dimaksudkan sebagai pemaparan rincian negara per negara, melainkan suatu deskripsi dan ramalan mengenai tema yang umum berlaku di seluruh Asia. Buku ini merupakan kisah mengenai Asia sebagai benua, kini dan mendatang. Dalam buku ini seluruhnya terdapat lebih dari 30 negara yang di analisis isi terhadap surat kabar majalah terkenal dari kawasan tersebut. Sementara kita Pada dasawarsa 1990-an Asia menjadi dewasa. beranjak memasuki tahun 2000, Asia akan menjadi kawasan yang di dunia: baik secara ekonomi, politik maupun budaya. Kita Anda memiliki keraguan berada di ambang Renaisans Asia. Kalau mengenai cepatnya perubahan besar yang terjadi itu, saya yakin keraguan Anda itu akan terhapus satu per satu kalau Anda membaca ini. Perubahan itu memang bukan merupakan fakta yang siap diterima oleh bagian dunia yang lain.
Kendati demikian, inilah saatnya bagi kita semua untuk menatap fakta seadanya dan untuk mempersiapkan strategi untuk menghadapi perubahan itu. Buku ini persis membantu Anda untuk itu. Ia menyajikan data, analisis kecenderungan (trend) dan pola-pola regional maupun budaya yang akan membuat Anda lebih mampu untuk menangkap kesempatan dan menarik manfaat dari perubahan drastis yang akan segera terjadi. (NTs)
Tidak tersedia versi lain