Text
Membuat anak gila membaca
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. (QS Al-'Alaq 196]: 1, 3) Allah menurunkan firman pertama-Nya dengan perintah "lqra". Mengapa? Dengan membaca, manusia mengenali diri, alam semesta, dan Tuhan. Dan, dengan membaca, manusia layak menjadi khalifah Allah di muka bumi. Karena itu, semua orangtua sudah semestinya memperkenalkan membaca kepada anak sejak dini: usia 0-2 tahun. Pada masa inilah, perkembangan otak anak amat pesat (80% kapasitas otak manusia dibentuk pada periode dua tahun pertama) dan amat reseptif (gampang menyerap apa saja dengan memori yang kuat) Mohammad Fauzil Adhim-sarjana psikologi, penulis produktif buku-buku bertema pendidikan anak dan keluarga-ingin berbagi pengalaman dan pengetahuannya yang luas tentang: Bagaimana menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan Bagaimana memberikan pengalaman pramembaca yang mengasyikkan Bagaimana menciptakan kondisi-kondisi yang kondusif untuk membaca Bagaimana membentuk kebiasaan membaca dengan cara yang disenangi anak. Siapa pun orangtua yang menghendaki anak-anaknya menjadi generasi ulil albab berpikiran cemerlang, berakhlak mulia, dan berperasaan penuh kasih-sudah seharusnya membaca buku yang enak dibaca dan amat penting ini. Mohammad Fauzil Adhim, lahir di Mojokerto, 29 Desember 1972, adalah penulis buku-buku penuntun paling produktif. Selain tema pernikahan dan keluarga, dia juga menulis pendidikan anak Buku ini merupakan ekspresi penulis atas rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, sekaligus harapannya agar generasi mendatang menjadi generasi yang berbudaya membaca AL-BAYAN.
Tak ada teori yang bagus kalau kita tidak menerapkannya. Begitu pun perbincangan kita dalam buku ini tak akan menghasilkan apa-apa, akan tetap sama seperti kita atau bahkan lebih buruk lagi kita hanya berpangku tangan menanti perubahan tanpa berusaha memulainya. sekuat apapun dasar teorinya jika kita tak kuat untuk melaksanakannya, anak anak kita tetap akan sama seperti anak-anak orang lain yang dibiarkan berkembang apa adanya tanpa bimbingan yang terencana. Sungguh Sekarang saatnya kitamemulai Sebisa bisa kita. Kalau masih ada kekurangan disana sini, kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar berkenan membaguskannya. Kalau masih ada yang lemah di sepanjang langkah kita kita mengharapkepada Allah Taala agarsenantiasa menguatinya. Kalau selalu saja anak-anak memberi pengalaman pramembaca kepada kita, semoga Allah Yang Maha Memberi Petunjuk mengarahkan hati mereka pada kebenaran, kebaikan dan kesucian iman. Selebihnya, apa yang saya tulis dalam buka ini ada salahnya. Ingatkan saya dengan akhlak seorarg saudara Muslim kepada saudaranya. (NTs)
Tidak tersedia versi lain