PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Membuat aneka tahu
Penanda Bagikan

Text

Membuat aneka tahu

B. Sarwono - Nama Orang; Yan Pieter Saragih - Nama Orang;

Tahu adalah gumpalan protein kedelai yang diperoleh dari hasil penyarian kedelai yang telah digiling dengan penambahan air. Sebagai sumber protein tahu juga mengandung zat gizi lain yang diperlukan tubuh seperti lemak, vitamin dan mineral.
Dalam suhu ruang tahu hanya mampu bertaha 1 – 2 hari, untuk mngatasinya dilakukan perebusan dan perendaman sehingga tahu mampu bertahan sampai 3 – 4 hari, sedangkan pendinginan dapat mempertahankan umur simpan sampai 5 hari.
Bahan baku utama tahu adalah kacang kedelai baru di panen dan cukup umur, biji kedelai harus utuh dan bebas dari kotoran. Kadar air kedelai maksimal 13%. Bahan pembantu yang digunakan yaitu batu tahu atau sioko, asam cuka, biang tahu ( whey ), kalsium sulfat murni, glucono delta lacton, pewarna, antibusa dan air.
Alat yang digunakan yaitu tempat perendaman, alat penggiling, alat pemasak, alat penggumpal, alat penyaring dan pengepres, alat ceta, alat pengemas.
Cara membuat tahu dimulai dengan membersihkan kedelai dari kotoran kemudian direndam 8 -12 jam atau 1 – 2 jam bila menggunakan air bersuhu 55ᵒC setelah itu di giling dengan menambahkan air sedikit demi sedikit. Setelah digiling bubur kedelai dimasak selama 10 -15 menit pada suhu 100ᵒC dengan menambahkan air secara berangsur angsur . Air yang dibutuhkan untuk 1 kg kedelai sebanyak 10 liter. Setelah dimasak bubur kedelai disaring untuk mendapatkan sari kedelai. Sari kedelai kemudian digumpalkan dengan larutan jenuh sioko yang telah diendapkan semalam dosis yang digunakan 5 – 10 gr sioko untuk 400 – 800 ml air. Pengumpalan dilakukan pada saat suhu kedelai 70 -90ᵒC. Pada saat penambahan sioko sebaiknya diaduk terus. Pengadukan dihentikan bila gumpalan bubur tahu telah terbentuk. Gumpalan bubur tahu dimasukan kedalam cetakan yang telah dialasi kain dan dibagian atasnya ditutup kain serupa dan pemberat berbobot sekitar 30kg selama 15 menit. Setelah itu tahu di potong-potong.

by YSR


Ketersediaan
#
My Library 641.3 Sar m
15735
Tersedia
#
My Library 641.3 Sar m
21779
Tersedia
#
My Library 641.3 Sar m
21778
Tersedia
#
My Library 641.3 SAR m
15736
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
641.3 SAR m
Penerbit
Jakarta : PS., 2006
Deskripsi Fisik
viii,72 hlm.; ilus.; bibl.; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-489-610-1
Klasifikasi
641.3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Tahu
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?