Text
Membuat biogas : pengganti bahan bakar minyak & gas dari kotoran ternak
Kotoran ternak berupa feses dan urine selain dimanfaatkan untuk pupuk dapat pula dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam bentuk gas yang sering disebut dengan biogas.
Prinsip terjadinya biogas adalah fermentasi anaerob bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan gas yang mudah terbakar ( flammable ).
Biogas bisa dibuat jika memenuhi beberapa syarat yaitu adanya bahan pengisi, instalasi biogas dan faktor pendukung.
Bahan pengisi digester berupa bahan organik biasanya berupa kotoran ( feses ) dan urine sapi. Komponen utama instalasi biogas adalah digester yang dilengkapi lubang pemasukan dan pengeluaran , penampung gas dan penampung sludge ( sisa buangan ). Banyak faktor yang mempengaruhi produksi biogas . Kuantitas biogas dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam meliputi imbangan C/N, pH dan struktur bahan isian. Faktor luar meliputi fluktuasi suhu.
Proses pembentukan biogas dalam digester melalui beberapa tahap yaitu menampung kotoran sapi di bak penampungan sementara, mengalirkan kotoran sapi ke digester, menambahkan starter, membuang gas yang pertama dihasilkan. Pembuangan gas disebabkan gas awal banyak mengandung CO₂. Pada hari ke 14 kandungan gas CH₄ semakin meningkat dan CO₂ menurun. Pada saat komposisi CH₄ 54% dan CO₂ 27% maka biogas akan menyala dan biogas bisa dimanfaatkan untuk menyalakan kompor gas di dapur. Biogas ini tidak berbau.
Selain menghasilkan biogas, proses pembuatan biogas juga menghasilkan sisa buangan lumpur yang bisa digunakan sebagai pupuk organik. Sisa buangan ini bisa dipisahkan menjadi bagian padat dan cairan yang selanjutnya bisa dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
Tidak tersedia versi lain