PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Merawat sanseviera

Depnaker - Nama Orang; Desi Saraswati - Nama Orang;

Sansevieria atau lidah mertua termasuk salah satu tanaman hias yang mudah dipelihar adan mampu bertahan lama. Lidah mertua satu famili dengan kaktus , memiliki beberapa jenis dan varietas diantaranya sansevieria cylindrica, sansevieria hahnii, sansevieria lorentii dan lain lain.
Sansevieria dapat hidup dimana saja, baik ditempat yang banyak polusi udaranya sampai tempat yang miskin cahaya. Tanaman ini juga tidak butuh banyak air. Tanaman ini hanya butuh 26 ml per tanaman per minggu. Sebagai tanaman indoor tanaman ini bisa tidak disiram selama 15 hari.
Tanaman ini umumnya diperbanyak dengan cara anakan dipisahkan dari tanaman induk , stek daun dan teknik potong pucuk.
Pada umur 1 tahun atau ketika tanaman memilki 8 – 10 daun ( jenis kodok-kodokan ) dan 3 – 4 daun ( jenis pedang-pedangan ) secara alami mulai muncul 1 – 2 anakan. Anakan tersebut dipisahkan setelah berumur 2 - 4 bulan.
Cara perbanyakan dengan setek daun hanya cocok untuk sansevieria jenis tertentu. Setek daun dilakukan dengan mengakarkan helai daun atau potongan helai daun.
Setiap sansevieria mengeluarkan 2 anakan baru. Dengan teknik potong pucuk jumlah anakan yang dihasilkan bisa mencapai 3 kali lipat. Teknik ini bertujuan untuk mematikan titik tumbuh tanaman. Dengan demikian tanaman akan terangsang dan terkonsentrasi untuk mengeluarkan anakan.
Sansevieria tidak butuh penyiraman terlalu sering, asalkan media tanam tidak terlalu kering tanaman ini dapat tumbuh dengan baik. Lakukan pemupukan 3 – 4 bulan sekali dengan pupuk slow release. Reporting perlu dilakukan untuk tanaman yang sudah padat dan banyak anakannya. Tanaman yang ukurannya sudah tidak proporsional dengan ukuran pot juga harus direportting.
Hama yang sering menyerang tanaman ini adalah ulat, belalang, siput telanjang dan thrips. Serangan hama tersebut bisa dikendalikan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengendalian secara mekanis dengan memutuskan siklus hidupnya.
Bila tanaman ini terinfeksi suatu penyakit, buang seluruh bagian daun yang terserang untuk menghambat penyebaran kemudian semprot dengan fungisida atau bakterisida.

by YSR


Ketersediaan
#
My Library 635.9 Des m
18559
Tersedia
#
My Library 635.9 Des m
18560
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
635.9 Des m
Penerbit
Jakarta : PS., 2008
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
635.9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
ke-1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?