Text
Panduan wirausaha tempe
Tempe termasuk salah satu makanan yang menjadikan kacang kedelai sebagai bahan baku utamanya. Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu dan 10% dalam bentuk produk lain ( tauco, kecap dan lain-lain ). Konsumsi tempe rata rata perorang pertahun di Indonesia saat ini sekitar 6,45 kg.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tempe adalah kualitas kedelai, kebersihan air, kebersihan pengerjaan, kualitas kapang atau ragi tempe.
Alat alat yang dibutuhkan dalam pembuatan tempe antara lain tampah besar, ember atau tong besar, garpu, rak fermentasi, cetakan, pengaduk kayu, dandang, karung goni, tungku atau kompor, pembungkus, tempat produksi.
Pembuatan tempe terdiri dari tiga fase . Fase pertama pemilihan kacang kedelai, pembersihan kacang kedelai, kacang kedelai digodok pertama. Fase kedua kacang kedelai digiling, dicuci dan dibuang kulitnya, direndam, digodok dan ditiriskan. Fase ketiga, pemberian ragi tempe, dicetak atau dibungkus, diletakan di rak ( fermentasi ).
Jenis jenis tempe terdiri dari tempe benguk terbuat dari bahan biji koro benguk, tempe lamtoro terbuat dari biji kemlandingan atau lamtoro yang telah cukup tua, tempe turi terbuat dari biji turi yang tua atau kering, tempe jagung terbuat dari lembaga biji jagung yang terkumpul saat pembuatan tepung atau beras jagung, tempe gembus terbuat dari ampas tahu atau sisa hasil perasan pati kacang kedelai , tempe bungkil kacang terbuat dari bahan bungkil kacang tanah atau yang telah diambil patinya, tempe bongkrek terbuat dari bahan pokok ampas kelapa.
Pemasaran tempe saat ini masih terbatas disekitar daerah pembuatannya karena daya tahan tempe hanya bertahan 48 – 60 jam saja kebih dari itu tempe akan menjasi busuk atau tidak layak konsumsi.
by YSR
Tidak tersedia versi lain