PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Produksi benih

Wahyu Qamara Mugnisyah - Nama Orang; Asep Setawan - Nama Orang;

Kegiatan produksi benih memilki tiga komponen yaitu benih atau tanaman, lingkungan tumbuh atau lapangan produksi dan pengelolaan atau teknik budidaya.
Tanaman memiliki dua tahap perkembangan yaitu tahap vegetatif dan reproduktif. Tahap perkembangan vegetatif meliputi perkecambahan benih, pemunculan bibit dan pertumbuhan bibit menjadi tanaman dewasa. Tahap perkembangan reproduktif meliputi pembentukan bunga, pembentukan benih, pemasakan benih dan pematangan benih. Siklus perkembangan tanaman yang lengkap pada akhirnya akan menghasilkan benih.
Tanah atau substrat tempat tumbuh merupakan komponen pemasok hara dan air yang diperlukan tanaman selain sebagai tempat hidup komponen biologis. Lingkungan tumbuh yang baik memungkinkan produksi benih yang baik pula.
Teknik budidaya tanaman untuk menghasilkan benih mencakup dua prinsip yauti prinsip genetis dan prinsip agronomis. Dalam prinsip genetik , teknik budidaya diarahkan untuk menghasilkan benih yang bermutu genetik tinggi yakni benih yang sesuai dengan deskripsi varietasnya. Dalam prinsip agronomis, teknik budidaya tanaman diarahkan untuk menghasilkan benih yang bermutu fifiologis dan mutu fisik yang tinggi selain hasilnya yang juga tinggi.
Produksi benih meliputi kegiatan yang dimulai dari persiapan menanam benih sampai benih dihasilkan kembali dan siap disalurkan pada konsumennya.
Mutu benih adalah hal paling penting dalam usaha produksi benih. Pelaksanaan pengendalian mutu benih harus memperhatikan sumber benih, lahan, penanaman, isolasi, teknik budidaya, pemeriksaan lapang, pemanenan, penyimpanan lindak ( bulk storage ), pengolahan benih, penyimpanan dan pemeriksaan terakhir.
Sertifikasi benih adalah suatu sistem pengujian benih berkala untuk mengarahkan, mengendalikan dan mengorganisasi perbanyakan dan produksi benih. Tujuannnya adalah untuk memberikan jaminan bagi pembeli benih ( Petani atau pengkar benih ) tentang beberapa aspek mutu yang penting yang tidak dapat ditentukan dengan segera dengan hanya memeriksa benihnya saja.


Ketersediaan
#
My Library (Rak 5) 631.52 Wah p
17787
Tersedia
#
My Library 631.52 Wah p
17788
Tersedia
#
My Library 631.52 Wah p
17789
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
631.52 WAH p
Penerbit
Jakarta : Bumi Aksara., 2004
Deskripsi Fisik
xii,130 hlm.; ilus.; bibl.; 24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-526-168-1
Klasifikasi
631.52
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Benih
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?