Text
Purwoceng. budidaya obat dan pemanfaatan untuk obat perkasa pria
Purwoceng termasuk salah satu tanaman afrodisiak. Didaerah Sunda disebut antanan gunung. Purwoceng merupakan tanaman liar yang tumbuh dibawah tegakan hutan. Tanaman ini tidak cocok ditanam didaerah terbuka dengan sinar matahari langsung.
Tanaman purwoceng dapat diperbanyak dengan biji. Sebelum di tanam lahan perlu dipersiapkan dahulu yaitu dengan cara diolah terlebih dahulu dengan mencangkul sedalam 25 – 30 cm. Penanaman dilakukan pada musim hujan. Bibit yang telah ditanam perlu dikontrol secara berkala dimulai saat berumur 1 -2 minggu. Pemupukan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahapan pemupukan terdiri dari pemberian pupuk dasar dengan menggunakan pupuk kandang, SP36 dan KCl selanjutnya dilakukan pemupukan susulan dengan pupuk urea. Beberapa hama yang ditemukan menyerang tanaman purwoceng adalah keong dan kutu daun sedangkan penyakit yang ditemukan adalah busuk batang.
Tanaman purwoceng dipanen setelah tanaman memasuki masa generatif ( berbunga ) atau pada umur 6 – 12 bulan. Cara panen tanaman dilakukan dengan mengangkat ( mencabut ) seluruh bagian tanaman termasuk akar. Setelah dipanen simplisia bisa diolah menjadi simplisia kering, bubuk ( serbuk ), ekstrak dan kapsul.
Purwoceng telah dimanfaatkan sebagai penambah stamina tubuh terutama untuk kaum pria, selain itu purwoceng juga mempunyai khasiat sebagai obat analgetik ( menghilangkan rasa sakit ), antipiretika ( menurunkan panas ), anthelmitika ( obat cacing ), antifungi, antibakteri dan anti kanker
Untuk mendapatkan efek khasiat yang lebih baik bisa ditambahkan simplisia lainnya seperti pasak bumi, cabe jawa dan jahe.
by YSR
Tidak tersedia versi lain