Text
Sambiloto budidaya dan pemanfaatan untuk obat
Sambiloto termasuk salah satu tanaman obat unggulan di Indonesia. Penggunaan sambiloto sebagai obat untuk kepentingan pencegahan maupun pengobatan penyakit sudah terbukti secara nyata. Tumbuhan sambiloto bisa menurunkan panas, antibiotik, antipiretik, antiradang, anti bengkak, antitumor dan hepatoprotektor.
Sambiloto mampu tumbuh di ketinggian 1 – 1.600m dpl dengan curah hujan 2000-3.000 mm / tahun, suhu udara 25 -32°C dengan kelembaban 70 -90%. Samnilioto dapat tumbuh pada semua jenis tanah yang subur dan mengandung banyak humus.
Sebelum budidaya dimulai lahan harus diolah terlebih dahulu dengan cara membuat saluran air, pencangkulan dan menggemburan tanah sedalam 20-30cm, pembuatan bedengan, pemupukan dasar dengan pemberian pupuk kandang sebanyak 1-2 ton per hektar tanah.
Penanaman sambiloto sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar bibit lebih cepat tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan.
Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, penyiraman, penyiangan serta pencegahan hama dan penyakit.
Produk haasil panen sambiloto biasanya berupa daun, tangkai daun dan batang. Pemanenan dilakukan dengan berpedoman pada ciri-ciri morfologis tanaman. Waktu panen yang tepat yaitu pada saat tanaman berumur 3 – 4 bulan.
Sambiloto dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, kering atau dikems dalam bentuk kapsul. Sambiloto dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit diantaranya sinusitis, disentri, radang amandel, flu atau sakit kepala, maag, tifus, radang usus buntuk, wasir, epilepsi, demam berdarah, malaria, infeksi ginjal, radang saluran kencing, radang kantung empedu, gangguan prostat, radang vagina, keputihan, jerawat, herper zoosper, mata merah, hepatitis, radang payudara, radang telinga, kudis, luka bakar, kanker, trophoblastik, hamil anggur, hepatoprotektor, asam urat, TBC paru, batuk rejan, darah tinggi, digigit ular berbisa dan kencing manis.
by YSR
Tidak tersedia versi lain