PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sukses menanam durian dalam pot
Penanda Bagikan

Text

Sukses menanam durian dalam pot

Paulus - Nama Orang; Sigit Suyantoro - Nama Orang;

Durian adalah salah satu tanaman buah yang bisa dikembangkan sebagai tabulampot. Di Indonesia terdapat beberapa varietas unggul durian salah satunya adalah durian monthong yang berasal dari Thailand. Durian jenis ini dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Pohon durian monthong memiliki beberapa ciri, daunnya kecil, panjang dan runcing, percabangannya lebih rapat, batang mudanya sangant lunak. Bentuk buah bervariasi dari yang bulat panjang hingga persegi, durinya besar dan jarang, kulinya tebal berwarna hijau, memilki juring 5 buah. Daging buah durian monthong sangat tebal dan manis.
Pohon durian monthong bisa tumbuh dimana-mana, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun produksi terbaiknya dicapai jika penanaman dilakukan pada ketinggian 400 – 600 m dpl. Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya adalah tanah yang lembab, subur, gembur, tak bercadas dan kedalaman airnya tidak lebih dari 1 m
Okulasi atau penempelan merupakan perbanyakan bibit durianyang paling efektif dan efisien. Media yang digunakan untuk mengembangkan durian sebagai tabuampot adalah campuran dari tanah, pupuk dan sekam.
Pupuk yang diberikan pada tabulampot terdiri dari pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik ditabur setiap 2 bulan sebanyak 2 kg. Pupuk organik cair diberikan setiap 2 minggu hingga sebulan sekali. Puopuk anorganik yang digunakan adalan NPK
Pemangkasan ( pruning ) dilakukan pada tunas air, cabang atau ranting yang mati atau terserang hama penyakit. Penyiangan dilakukan bila gulma telah tumbuh disekitar tanaman. Penyiraman dilakukan setiap 3 hari sekali.
Hama yang biasa menyerang tanaman ini adalah hypoperigea leprosticta, penggerek batang dan cabang, penggerek buah dan kutu putih. Penyakit yang sering menyerang tanaman ini adalah busuk buah dan busuk akar.

by YSR


Ketersediaan
#
My Library 634.6 Sig s
19750
Tersedia
#
My Library 634.6 Sig s
19751
Tersedia
#
My Library 634.6 Sig s
19752
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
634.6 Sig s
Penerbit
Yogyakarta : Lily Pub., 2008
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-29-0602-8
Klasifikasi
634.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
ke-1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?