Text
Terapi madu
Madu adalah cairan manis alami berasal dari nektar tumbuhan yang diproduksi oleh lebah madu. Nektar adalah senyawa komplek yang dihasilkan kelenjar necteriffier dalam bunga bentuknya berupa cairan berasa manis alami dengan aroma lembut. Nektar mengandung air ( 50-90% ), glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, asam amino, karoten, vitamin, minyak dan mineral esensial.
Ada banyak jenis madu menurut karakteristiknya, yaitu madu berdasarkan sumber nektar, letak geografi dan teknologi pemrosesannya.
Karakteristik madu disesuaikan dengan sumber nektarnyayaitu flora dan ekstra flora dan madu embun. Madu juga bisa dicirikan sesuai letak geografisnya dimana madu tersebut diproduksi misal madu timur jauh, Bahrain, Cina dan lain-lain. Jennis madu berdasarkan teknologi perolehannya dibedakan menjadi madu peras ( strained honey ) dan madu ekstraksi. Madu peras merupakan madu yang diperas langsung dari sarangnya adapun madu ekstraksi adalah madu yang didapat dari proses sentrifugasi.
Konsumsi madu untuk tujuan pengobatan harus memperhatikan dosis, yang dianjurkan untuk dewasa adalah 100 – 200 gram sehari dimunum dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan. Untuk anak – anak dosisnya 30 gram sehari.
Madu bisa digunakan untuk perawatan luka bakar, mengobati maag, diare, sumber antioksidan, meredakan elergi, mengobati penyakit paru-paru, mengatasi kekurangan kalsium, obat sakit mata, mencegah katarak, sebagai sumber nutrisi dan energi, sumber vitamin dan mineral, mengobati diabetes dan hiperkolesterolemia, mengurangi ngompol, tidak bisa tidur, mengatasi kejang otot dan kedutan, mengusir batuk, flu, mabuk alkohol, mengobati penyakit jantung,memelihara kulit ( sebagai kosmetik ), mengobati anemia dan thalasemia, memerangi kanker.
Selain menghasilkan madu lebah juga menghasilkan produk lain yang bisa digunakan untuk terapi pengobatan yaitu pollen, propolis, lilin lebah, madu sarang, roti lebah, bisa lebah.
Tidak tersedia versi lain