PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Usaha pembesaran ayam kampung pedaging
Penanda Bagikan

Text

Usaha pembesaran ayam kampung pedaging

Eko M Nurcahyo - Nama Orang; Yustina Erna Widyastuti - Nama Orang;

Dalam dunia hewan, ayam kampung digolongkan kedalam bangsa galliformes ( unggas ), ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Dalam setiap periode bertelur ayam kampung menghasilkan rata-rata sembilan butir telur. Pada akhir periode bertelur ayam betina akan mengerami telurnya. Telur akan menetas dierami selama 21 hari.
Cara untuk mendapatkan bibit ayam kampung adalah dengan mengusahakan bibit sendiri atau dengan cara membeli.
Pemeliharaan ayam secara intensif menuntut peternak untuk menyediakan pakan. Jika hidup bebas di alam ayam kampung bisa memakan biji-bijian, tumbuhan dan aneka jenis binatang kecil. Ayam yang dibiarkan tumbuh dialam jarang mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh masalah pakan.
Bila akan memelihara ayam kampung dalam kandang, maka peternak harus mengetahui zat zat yang terkandung dalam pakan seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan air.
Pemeliharaan ayam kampung pedaging dari DOC hingga siap jual berlangsung selama 12 minggu. Pemeliharaan ini dikelompokan menjadi tiga tahap yaitu pemeliharaan DOC hingga berumur 4 minggu, pemeliharaan ayam berumur 5 – 8 minggu dan pemeliharaan ayam yang berumur 9 – 12 minggu. Masing-masing tahap pemeliharaan ini memerlukan penanganan yang berbeda-beda.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung yaitu tetelo, pilek, gumboro, coccidiosis, cacingan.
Pemanenan ayam dilakukan dengan cara menangkap ayam secara hati-hati agar tubuh ayam tidak terluka atau memar. Pengangkapan sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari. Pada waktu penangkapan bagian tubuh ayam yang dipegang adalah kaki.

by YSR


Ketersediaan
#
My Library (Rak 6) 636.01 Eko u
16285
Tersedia
#
My Library 636.01 EKO u
16283
Tersedia
#
My Library 636.01 EKO u
16284
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
636.01 EKO u
Penerbit
Jakarta : PS., 2004
Deskripsi Fisik
vi,74 hlm.; ilus.; bibl.; 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-489-465-6
Klasifikasi
636.01
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Ayam Kampung
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?