Text
Kayu jabon
Berdasarkan klasifikasinya tanaman jabon termasuk kedalam famili rubiaceae. Jenis jabon yang ditanam di Indonesia yaitu jabon putih dan jabon merah. Jabon dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1.000 m dpl tetapi ketinggian optimal yang menunjang produktifitasnya adalah kurang dari 500 m dpl. Kondisi lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jabon adalah tanah lempung, podsolik coklat dan aluvial lembab yang biasanya terpenuhi didaerah pinggir sungai, daerah peralihan antar tanah rawa dan tanah kering.
Pohon jabon bisa mencapai ketinggian 45 m dengan panjang bebas cabang 30 m dan diameter mencapai 160 cm. batangnya lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar dan berbanir sampai ketinggian 1,5 m.
Jarak tanam ditentukan berdasarkan tujuan penanaman. Untuk produksi pulp dan kertas menggunakan jarak tanam yang rapat misal 2 m x 2 m atau 3 m x 2 m. Untuk menghasilkan kayu pertukangan diperlukan jarak tanam yang lebih lebar yaitu 3 m x 3 m.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dan pada pagi hari dari jam 07.00 – 11.00 dan dilanjutkan lagi pada sore hari dari pukul 14.00 – 17.00. penananman dilakukan setelah frekuensi hujan cukup tinggi dan tanah telah basah.
Penyulaman dilakukan untuk bibit yang mati atau pertumbuhannya tida normal.
Pemupukan di berikan pada waktu penanaman, setelah itu setiap 6 bulan diberi urea dengan dosis 50 gr per tanaman, pada tahun ketiga dosisnya naik menjadi 80 gr per tanaman.
Penyiangan dilakukan sampai pohon jabon berumur satu tahun ( jarak tanam 3m x 3m ) karena dalam waktu satu tahun tinggi jabon sudah mencapai 5 – 8 m, tajuk tanaman jabon telah saling menyentuh sehingga memberi naungan pada gulma dibawahnya dan secara otomatis akan menghambat pertumbuhan gulma.
Umumnya tanaman jabon bisa dipanen pada umur 4 – 7 tahun, ketika batang tanaman sudah mencapai diameter 30 cm. Teknik penebang terdiri dari takik rebah yaitu pemotongan pada batang menyerupai huruf V dengan kemiringan 90° dan takik balas.
Tidak tersedia versi lain