PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Petunjuk pemupukan
Penanda Bagikan

Text

Petunjuk pemupukan

redaksi Agromedia - Nama Orang;

Tanah dikatakan tidak subur jika unsur-unsur penunjang yang dibutuhkan tanaman tidak ada atau tidak lengkap didalamnya karena proses alam atau kelalian manusia. Untuk menghadirkan kembali unsur hara dalam jumlah yang cukup perlu dilakukan pemupukan.
Pemupukan merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi ketersedian unsur hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Pemupukan tidak selamanya memberikan jaminan kesuburan bagi tanaman, karena pemupukan yang keliru justru akan membawa petaka bagi tanaman. Pemupukan harus dilakukan secara tepat agar dapat memberikan produktivitas dan pertumbuhan yang maksimal bagi tanaman.
Pada dasarnya tanaman mengalami dua fase , yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif terjadi ketika tanaman sedang mengalami pertumbuhan vegetatif seperti cabang, daun dan tunas tanaman. Pada fase ini tanaman membutuhkan protein untuk membangun tubuhnya sehingga membutuhkan pupuk nitrogen atau pupuk berkadar N tinggi, selain itu juga memerlukan unsur lainnya seperti Mg, Mn, Fe dan Zn. Pupuk berkadar N tinggi terdapat pada pupuk kandang atau kompos, urea dan ZA.
Fase generatif adalah kondisi ketika tanaman sedang berada dalam masa reproduksi, artinya tanaman sedang memunculkan bunga dan buah . Pada fase ini yang dibutuhkan adalah unsur P dan K. Unsur P diberikan dua bulan sebelum pembungaan atau berbarengan dengan pemberian pupuk dasar. Selain lewat akar pemberian pupuk P dan K dapat diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan dilakukan 2 – 3minggu sebelum pembungaan.
Kualitas pupuk dipengaruhi oleh kondisi tempat penyimpanan, suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan kadar hara terutama unsur nitrogen. Ruang penyimpanan harus memilki ventilasi yang cukup. Penyimpanan pupuk harus ditata sedemikian rupa agar tumpukannya tidak terlalu padat dan rapat.

by YSR


Ketersediaan
#
My Library (Rak 5) 631.8 RED p
20531
Tersedia
#
My Library 631.8 RED p
20530
Tersedia
#
My Library 631.8 RED p
20529
Tersedia
#
My Library 631.8 RED p
18475
Tersedia
#
My Library 631.8 RED p
18474
Tersedia
#
My Library 631.8 RED p
18476
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
631.8 RED p
Penerbit
Jakarta : Tunas Pub., 2007
Deskripsi Fisik
iv ,100 hlm.; ilus.; bibl.; 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-006-071-8
Klasifikasi
631.8
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Pupuk
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BBPPMPV PERTANIAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BBPPMPV Pertanian merupakan perpustakaan khusus di bawah lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, dan terbuka untuk umum.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?