Text
Petunjuk pemupukan
Tanah dikatakan tidak subur jika unsur-unsur penunjang yang dibutuhkan tanaman tidak ada atau tidak lengkap didalamnya karena proses alam atau kelalian manusia. Untuk menghadirkan kembali unsur hara dalam jumlah yang cukup perlu dilakukan pemupukan.
Pemupukan merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi ketersedian unsur hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Pemupukan tidak selamanya memberikan jaminan kesuburan bagi tanaman, karena pemupukan yang keliru justru akan membawa petaka bagi tanaman. Pemupukan harus dilakukan secara tepat agar dapat memberikan produktivitas dan pertumbuhan yang maksimal bagi tanaman.
Pada dasarnya tanaman mengalami dua fase , yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif terjadi ketika tanaman sedang mengalami pertumbuhan vegetatif seperti cabang, daun dan tunas tanaman. Pada fase ini tanaman membutuhkan protein untuk membangun tubuhnya sehingga membutuhkan pupuk nitrogen atau pupuk berkadar N tinggi, selain itu juga memerlukan unsur lainnya seperti Mg, Mn, Fe dan Zn. Pupuk berkadar N tinggi terdapat pada pupuk kandang atau kompos, urea dan ZA.
Fase generatif adalah kondisi ketika tanaman sedang berada dalam masa reproduksi, artinya tanaman sedang memunculkan bunga dan buah . Pada fase ini yang dibutuhkan adalah unsur P dan K. Unsur P diberikan dua bulan sebelum pembungaan atau berbarengan dengan pemberian pupuk dasar. Selain lewat akar pemberian pupuk P dan K dapat diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan dilakukan 2 – 3minggu sebelum pembungaan.
Kualitas pupuk dipengaruhi oleh kondisi tempat penyimpanan, suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan kadar hara terutama unsur nitrogen. Ruang penyimpanan harus memilki ventilasi yang cukup. Penyimpanan pupuk harus ditata sedemikian rupa agar tumpukannya tidak terlalu padat dan rapat.
by YSR
Tidak tersedia versi lain