Text
Bertanam kangkung raksasa di pekarangan
Tanaman kangkung merupakan tanaman menetap yang dapat bertahan hidup lebih dari setahun. Tanaman ini meliputi dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air.
Ciri kangkung darat berdaun panjang dengan ujung tuncing dan berwarna hijau keputih putihan, biasanya dijual dalam bentuk tanaman cabutan bersama akarnya
Ciri kangkung air berdaun panjang dengan ujung daun agak tumpul, daunnya berwarna hijau kelam dan dijual dalam bentuk potongan yang diikat.
Pada umumnya tanaman kangkung dibudidayakan dilahan tegalan, persawahan, lereng-lereng atau rawa-rawa. Dalam penanaman kangkung darat di pekarangan yang perlu disiapkan adalah lahan, bibit, pupuk, air dan alat sederhana untuk bertanam.
Lahan untuk menanam kangkung darat adalah lahan yang mendapat sinar matahari yang cukup bial tidak tersedia pilih tempat yang mendapat pantulan sinar matahari. Gemburkan lahan dengan cara mencangkulnya sedalam 20cm sambil dibalikan.
Untuk bibit, pilih biji yang sehat memiliki daya kecambah yang tinggi dan berasal dari varietas unggul biji kangkung darat ditanam dengan jarak 20-30cm. Setelah ditanam siram lahan dengan air, benih kangkung akan mulai berkecambah setelah 3-5 hari sejak penanaman. Bila ada benih yang tidak tumbuh segera lakukan penyulaman
Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik cair dan pupuk daun organik. Pupuk cair diencerkan dengan air antara 1-5 ml per 1 liter air, tanaman juga perlu diberi pupuk daun yang mengandung unsur N ( Nitrogen ) tinggi untuk memacu pertumbuhan daun dan batang
Tanaman kangkung darat perlu disiram 2 kali sehari pagi ( sebelum pikul 9.00 ) dan sore ( setelah pukul 15.00 )
Tanaman kangkung dapt dipanen setelah berumur 2-3 bulan sejak penanaman. Pemetikan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore saat cuaca cerah
by YSR
Tidak tersedia versi lain