Text
Mindset pembelajaran: 10 langkah mendidik siswa secara kreatif dan humanis
Kegelisahan murid akan ketidak sinkronan antara apa yang diajarkan dengan apa yang dilakukan guru dalam keseharian adalah sebuah gambaran, bahwa guru sama sekali tidak boleh meniru politikus yang seringkali tidak sama antara apa yang dikatakan dengan apa yang dikerjakan.
Guru tetaplah diguGu dan ditiRu (didengarkan dan diteladani). Apa yang dikatakan guru haruslah selalu sinkron dengan apa yang dilakukannya. Kegelisahan murid atas perilaku guru agama yang mulia, yang mengajarkan kebersihan bagian dari iman tetapi ternyata rumahnya kotor, adalah gambaran bahwa guru ini seperti pepatah yang berbunyi, "tidak satu kata dengan perbuatan”.
Energi negatif memang lebih kuat dorongannya. Ibarat cairan hitam yang begitu campur dengan air jernih, langsung menjadikan warna air berubah. Sebaik apa pun guru, sehebat apa pun guru, apabila ada energi negatif akan mengotori kejernihannya. Maka, guru harus hati-hati dalam menjaga diri. Tapi bukankah setiap manusia memiliki kelemahan? Bukankah guru adalah manusia biasa yang juga memiliki banyak kelemahan? 'Yo, memang. Dan semua manusia tidak bisa menghindar dari kelemahan dan kesalahan. Namun menurut Teori Energi Positif, semakin banyak kelebihan kita, semakin fokus kita meningkatkan diri, maka kelemahan-kelemahan itu akan tertutupi, bahkan terhapus oleh kelebihan kita. Pada dasarnya semua orang memiliki kelebihan. Dan kelebihan itulah yang harus dioptimalkan. Namun karena guru merupakan amanah dari-Nya, maka keseimbangan hubungan horisontal dan vertikal wajib dilakukan.(NTs)
Tidak tersedia versi lain