Text
Mempercepat datangnya rezeki dengan ibadah ringan
Istilah rezeki berasal dari bahasa Arab yaitu razaqa-yarzuqu-rizqan yang artinya kekayaan, nasib, harta warisan, upah, anugrah atau pemberian. Rezeki tidak hanya berbentuk harta atau kekayaan tetapi juga segala sesuatu yang akan, sedang atau telah kita dapatkan.
Rezeki yang berserakan diseluruh penjuru dunia dibagi menjadi tiga yaitu pertama, rezeki yang tanpa kita minta dan tanpa kita usahakan telah diberikan oleh Allah SWT seperti udara yang kita hirup. Kedua rezeki yang kita peroleh melalui ikhtiar atau kerja keras. Disini manusia menggunakan dan memaksimalkan segala bentuk media yang telah diberikan Allah SWT seperti akal, tenaga, fisik dan sebagainya. Tidak semua rezeki merupakan rahmat dari Allah. Rezeki yang dirahmati Allah adalah rezeki yang didapatkan dengan cara yang halal. Rezeki jenis kedua ini hanya bisa didapatkan bila kita menjemputnya dengan cara memaksimalkan ikhtiar. Ketiga rezeki yang diberikan Allah SWT yang tidak disangka sangka. Untuk jenis rezeki ketiga ini para ulama menyebutnya sebagai rezeki yang dijanjikan, yaitu rezeki yang pasti Allah berikan kepada hamba-hambaNya jika mereka melakukan amalan atau ibadah tertentu
Amal perbuatan yang dapat menghalangi datangnya rezeki adalah kufur kepada Allah SWT, suka berbuat dosa dan maksiat, bakhil dan durhaka pada orang tua.
Amalan pembuka pintu rezeki antara lain takwa dan tawakal, memperbanyak istigfar dan taubat, membiasakan mengerjakan amalan sunah seperti puasa sunah ( puasa senin – kamis, puasa daud, puasa asyura dan arafah, enam hari dibulan syawal, tiga hari setiap bulan ), melakukan shalat sunah ( dhuha, tahajud, hajat ), membiasakan bersedekah, berbakti pada orang tua, berani menikah, selalu bersyukur dalam setiap keadaan, membudayakan silaturahim, menyambung haji dengan umroh, membaca al qur’an, menyantuni anak yatim.
Tidak tersedia versi lain