Text
The art of reading : mengapa 90 persen buku yang dibeli tidak (habis) dibaca dan cara mengatasinya
Apakah Anda hobi membaca buku atau hobi membeli buku? Pola membaca kita kerap menyebabkan 90% buku yang dibeli tidak (habis) dibaca. Bisa jadi ini karena:
- pola kebiasaan
- hambatan mental dalam membaca
- kurangnya motivasi
- kurangnya konsentrasi
- tidak memiliki strategi yang tepat dalam membaca di bagian sulit
Buku ini membantu Anda mengatasi berbagai hal di atas dengan berbagai solusi sederhana dan efektif. Isinya ditulis berdasarkan pengalaman dalam menerapkan membaca efektif yang dipelajari dari berbagai sumber dalam dan luar negeri.
Ayo bangun Indonesia kita tercinta dengan membaca.
Buku The art of reading ini membahas pola membaca sebagian besar pembaca yang membeli buku namun tidak sampai habis (tuntas) membaca seluruh isi buku. Permasalahan ini bisa saja terjadi karena pola kebiasaan, hambatan mental dalam membaca, kurangnya motivasi, dan tidak dimilikinya strategi yang tepat dalam membaca di bagian sulit. Buku ini membantu pembaca mengatasi berbagai hal di atas dengan berbagai solusi sederhana dan efektif. Isinya ditulis berdasarkan pengalaman penulis dalam menerapkan membaca efektif yang di pelajari dari berbagai sumber, baik dari dalam dan luar negeri. Secara garis besar buku ini membahas “Kisah pembaca yang menjadi kolektor buku”, “Mengapa minat baca semakin turun”, “Membangun motivasi membaca”, “Mengatasi hambatan mental dalam proses membaca”, “Agar membaca lebih efektif”, “Meningkatkan konsentrasi membaca”, “Membangun kebiasaan membaca”, “Kondisi Flow dalam membaca”, “Perbedaan pembaca yang baik dan buruk”, dan “sekilas tentang Bacakilat”. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat membaca seseorang menjadi turun yaitu: pertama, ketika di Sekolah guru selalu menuntut siswanya untuk menghafal dan memberikan soal ujian berupa pilihan ganda, dengan menghafal setiap mata pelajaran menyebabkab siswa kehilangan kenikmatan untuk membaca. Kedua, saat materi pemahaman membaca guru sering meminta siswa berhenti di setiap paragraph untuk mendiskusikan pemahaman, sebelum siswa mendapatkan gambaran besar, alur, dan informasi secara utuh. Faktor ketiga keluarga sangat berperan dalam menumbuhkan minat baca, jangan sampai orang tua hanya menyuruh tanpa memberi contoh teladan yang baik.(NTs)
Tidak tersedia versi lain