Text
Waspadai zat aditif dalam makananmu
Zat aditif didefinisikan sebagai zat zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Zat aditif merupakan bahan tambahan makanan yang berguna sebagai pelengkap pada produk makanan dan minuman.
Penggunaan zat aditif tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman. Untuk dapat digolongkan sebagai zat aditif , suatu bahan harus memilki syarat sebagai berikut pertama dapat memperbaiki kualitas atau gizi makanan. Kedua, dapat membuat makanan tampak lebih menarik. Ketiga, dapat meningkatkan cita rasa makanan. Keempat, dapat membuat makanan menjadi lebih tahan lama
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) ada dua kategori zat aditif sintetis , pertama zat aditif yang diijinkan untuk digunakan dengan jumlah penggunaan maksimum. Kedua zat aditif yang dilarang untuk digunakan pada pangan karena memang bersifat membahayakan bagi kesehatan.
Zat aditif yang boleh digunakan antara lain pengawet makanan, pewarna, pemanis, penyedap rasa, emulsi yang berbahan lemak dan air, penstabil dan perekat, penambah nutrisi, pengembang kue.
Penggunaan zat aditif sintetis perlu dibatasi karena pengunaannya yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan efek samping merugikan bagi kesehatan manusia. Batasan maksimal penggunaan zat aditif atau ADI ( Acceptable Daily Intake ) dihitung berdasarkan berat badan konsumen sehingga semakin kecil berat badan seseorang maka semakin sedit bahan tambahan makanan yang dapat diterima oleh tubuh
Cara menggunakan zat aditif yang aman dan mewaspadai zat aditif yang ada dalam makanan adalah dengan cara gunakan zat aditif sesuai dengan aturan, pastikan bahwa komposisi bahan yang digunakan telah memenuhi aspek kesehatan dan mengikuti peraturan yang berlaku. Periksa kemasan makanan untuk melihat ada tidaknya kebocoran, karat atau cacat fisik. Lihat tanggal kadaluarsa, periksa komposisi bahan kimia yang terkandung dalam makanan untuk menghindari . Makanan tanpa kemasan umumnya tidak tahan lama, jika ada makanan yang awet lebih dari yang seharusnya ( misal mi basah yang tidak dibekukan ) kemungkinan menggunakan pengawet yang berbahaya. Usahakan untuk menggunakan bahan kimia alami daripada bahan kimia buatan karena bahan kimia alami lebih aman.
by YSR
Tidak tersedia versi lain