Text
Mengelola sampah kota
Sampah kota adalah sampah organik / anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi dikota tersebut. Sumber sampah yang terbanyak berasal dari pemukiman dan pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata buangan sampah kota adalah 0,5 kg/kapita/hari atau 100.000 ton/ hari.
Model pengelolaan sampah di Indonesia ada dua mcam yaitu urugan dan tumpukan. Model pertama merupakan model yang paling sederhana yaitu sampah dibuang dilembah atau cekungan tanpa memberikan perlakuan. Model ini sebaiknya dilakukan dilokasi yang tidak ada pemukiman di9 bawahnya, tidak menimbulkan polusi udata, polusi pada air sungai atau longsor. Model ini umumnya dilakukan untuk kota yang volume sampahnya tidak begitu besar.
Pengelolaan sampah yang kedua ( model tumpukan ) perlu dilengkap[I dengan unit saluran air buangan, pengolahan air buangan ( leachate ) dan pembakaran ekses gas metan ( flare ). Model ini banyak dilakukan di kota-kota besar.
Pengelolaan sampah di luar negeri dimulai dari rumah tangga yaitu dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Sistem pengolahan sampah terdiri dari sistem sentarlisasi, desentalisasi dan sentra desentralisasi ( se-desentralisasi ). Sistem sentralisasi yaitu pemusatan pembuangan sampah kota di satu lokasi atau TPA sementara sistem desentralisasi adalah membagi tempat pembuangan sampah kota dibeberapa TPS ( Tempat Penampungan Sementara ). Sistem se-desentralisasi adalah menggabungkan kedua sistem tersebut dengan keberadaan TPA dan TPS.
Sistem se-desentralisasi merupakan sistem terbaik untuk Indonesia. Sistem ini bertujuan mengurangi arus sampah ke TPA dengan membagi-bagi pengolahan sampah tersebut dibeberapa titik yaitu pengolah sampah langsung disumber sampah, pengolahan sampah di TPS dan pengolahan sampah di TPA.
Produk dari kegiatan pengolahan sampah kota adalah kompos, tenaga listrik dan bahan yang bisa dijual.
Tidak tersedia versi lain