Text
Petunjuk mendiagnosa penyakit ayam
Produktivitas ayam akan maksimal bila didukung dengan kondisi kesehatan yang prima. Saat ayam menunjukan gejala terinfeksi bibit penyakit, maka diperlukan penanganan yang cepat dan tepat.
Diagnosa penyakit merupakan salah satu bagian dari serangkaian tahapan dalam menangani dan mengatasi kasus penyakit yang menyerang ternak.
Ketepatan diagnosa akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Apabila terjadi kesalahan diagnosa maka treatment atau tindakan yang diberikan tidak akan memberi hasil . Proses mendiagnisa penyakit bisa dianalogikan sebagai pengumpulan data yang mengarah pada penarikan kesimpulan tentang suatu jenis penyakit.
Tahap pengumpulan data yang digunakan dalam mendiagnosa penyakit diantaranya anamnesa ( sejarah penyakit ), pengamatan gejala klinis, perubahan patologi anatomi serta hasil uji laboratorium.
Untuk mengetahui adanya gejala penyakit maka harus diketahui terlebih dahulu ciri-ciri ayam yang sehat, yaitu muka cerah, mata bening, jengger merah, lubang hidung dan mulut besih, tidak mengantuk, bulu cerah dan kelihatan berminyak, sayap kuat dan posisi tidak jatuh, kaki kokoh dan berdiri tegak, kloaka bersih, fese tidak encer warna kecoklatan, kulit bersih, berat badan sesuai standar, lincah, aktif.
Beberapa gejala klinis yang mincul pada ayam yaitu mata berwarna kelabu ( avian paratyphoid ), jengger bengkak ( kolerakronis ), keluar lendir dari rongga mulur ( Newcastle disease ), pertumbuhan bulu tidak rata ( runting and stunting syndrome ), kaki lumpuh ( Marek’s disease ), kloaka kotor ( gumboro ), feses bercampur darah ( koksiosis )
by YSR
Tidak tersedia versi lain