Text
Sembilan puluh lima strategi mengajar multiple intelligences : mengajar sesuai kerja otak dan gaya belajar siswa
Selama ini metode pengajaran yang paling dominan atau umum digunakan oleh para guru/pengajar dalam proses belajar-mengajar adalah menggunakan metode ceramah, selain juga metode diskusi dan tanya-jawab. Tentu saja, hal yang digunakan oleh para guru/pengajar tersebut adalah benar. Namun apakah sebagian besar siswa didik merasa bahagia dan nyaman" ketika belajar menggunakan metode ceramah atau metode yang itu-itu saja? Buku utama (textbook) untuk kalangan para guru atau pengajar (dosen) dan pegangan mahasiswa studi llmu Pendidikan ini menghadirkan daya kreativitas 95 strategi pengajaran, yang diklasifikasaan berdasarkan dominasi multiple intelligences siswa didik. Buku penting ini membantu dan memandu para guru mengajar active learning. Menjadi fasilitator Mengajar kreatif Mengajar sesuai kerja otak Mengajar menggunakan scientific approach Mengajar sesuai gaya belajar siswa. Mengajar sesuai modalitas belajar siswa. Memilih strategi belajar yang disukai otak siswa Membuat siswa beraktivitas dalam proses belajar.
Active Learning pada Dasarnya Strategi Multiple Intelligences Menurut Thomas Armstrong, strategi pembelajaran multiple intelligences adalah suatu cara meng-akses informasi melalui delapan jalur kecerdasan yang ada pada masing-masing siswa, namun untuk mengeluarkannya kembali seluruh kecerdasan bersinergi dalam satu kesatuan yang unik sesuai dengan kebutuhan. Sehingga siswa mampu memecahkan masalah-masalah pembelajaran dengan cara yang menakjubkan. Armstrong (2002) mengatakan bahwa, dengan teori multiple intelligences, memungkinkan guru mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relatif baru dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian, Armstrong menambahkan bahwa tidak ada rangkaian pembelajaran yang bekerja secara efektif untuk semua siswa. Setiap siswa memiliki kecenderungan tertentu pada kedelapan kecerdasan yang ada oleh karena itu, suatu strategi mungkin akan efektif pada sekelompok siswa. tetapi akan gagal bila diterapkan pada kelompok lain. Dengan dasar ini, sudah seharusnya guru memperhatikan jenis kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa agar dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat dan dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri siswa. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa setiap strategi yang ada pada masing-masing kecerdasan dapat diimplementasikan untuk semua mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Misalnya, strategi pembelajaran matematis logis dapat diimplementasikan bukan saja dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga mata pelajaran lain seperti bahasa, fisika atau mata pelajaran lain yang menuntut unsur logika di dalamnya. Buku ini berjudul 95 strategi Mengajar Multiple intelligences Artinya, tidak ada batasan strategi pembelajaran, tergantung daya kreativitas guru mendesain prosedur aktivitas pengajarannya. ((NTs)
Tidak tersedia versi lain