Text
Budidaya jamur kuping
Jamur kuping biasanya tumbuh pada batang kayu yang sudah lapuk. Jamur kuping banyak ditemukan diawal musim hujan. Secara umum ciri jamur kuping adalah berdaging lunak seperti agar-agar, sedikit elastis, tembus cahayamudah pecah bila dikeringkan dan tidak berbau atau beraroma. Warnanya terdiri dari putih, kemerah merahan, kecoklatan , keunguan sampai kehitaman
Jenis jamur kuping yang banyak dibudidayakan di Indonesia natara lain auricularia polytricha ( jamur kuping hitam, black jelly , arage kikurage ), auricularia yudae ( jamur kuping merah, red jelly, kikurage ), tremella fuciformis ( jamur kuping agar, white jelly, siro kikurage ).
Jamur kuping dapat ditanam didaerah beriklim dingin sampai panas. Didaerah yang memiliki 4 musim jamur kuping dapat tumbuh pada semua musim . Jenis jamur ini dapat hidup pada suhu 12 -35°C dengan kelembaban antara 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur kuping tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi karena cahaya hanya bersifat sebagai pendorong pembentukan primordia jamur ( pinhead ) dan perkembangan badan buah saja
Proses budidaya jamur kupung terdiri dari dua tahap yaitu proses pembuatan bibit dan proses produksi jamur. Sarana dan prasarana yang harus ada dalam pembudidayaan jamur antara lain bangunan, peralatan dan media tanam
Bangunan yang dibutuhkan untuk budidaya jamur adalah gudang bahan, ruang persiapan media, ruang inokulasi, ruang inkubasi dan ruang penumbuhan.
Peralatan yang dibutuhkan antara lain ayakan, mixer, filler, sterilizer, rak inkubasi dan rak penumbuhan, alat penyiram, termometer dan higrometer, alat angkut.
Media tanam yang utama terdiri dari kayu, bekatul dan kapur. Bahan pelengkap untuk meningkatkan nutrisi media tanam antara lain gips, tepung biji-bijian, tepung tapioka, pupuk TSP, pupuk NPK dan pupuk ZA.
Tidak tersedia versi lain