Text
Budidaya kodok unggul
Kodok tergolong dalam ordo anura yaitu golongan amfibi tanpa ekor. Kodok mempunyai dua jenis habitat yaitu daratan dan air.
Terdapat empat spesies kodok asli Indonesia yaitu rana macrodon ( kodok hijau ), rana cancrivora ( kodok sawah ), rana limnocharis ( kodok rawa ) dan rana musholini ( kodok batu / raksasa ).
Persiapan budi daya kodok yaitu pemilihan lokasi, pembangunan kolam, saluran air dan pagar pengaman. Sebaiknya kolam dibangun diatas tanah dengan kemiringan 1□5%.
Kontruksi kolam untuk kodok sama dengan untuk ikan hanya pada kolam kodok terdapat gundukan-gundukan tanah sebagai tempat kodok berjemur dan beristirahat. Kolam yang dibutuhkan dalam pembudidayaan kodok antara lain kolam perawatan, kolam penampungan induk sebelum dikawinkan, kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam perawatan kecebong, kolam pembesaran percil, kolam pembesaran kodok remaja dan kolam pemeliharaan calon induk.
Kontruksi saluran air biasanya berbentuk trapesiun terbalik, pada beberapa tempat pemasukan air ke kolam dibuat kobakan kecil untuk menjebak air agar mudah masuk kedalam kolam.
Pembesaran kodok terdiri dari dua tahap yaitu tahap pembesaran percil hingga menjadi kodok remaja dan pembesaran kodok remaja menjasi kodok dewasa siap konsumsi. Supaya kodok tumbuh optimal maka perlu diberi pakan yang berkualitas ( pakan yang masih hidup ). Frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan umur kodok.
Penyakit yang sering menyerang kodok antara lain ekor busuk, kembung, kaki merah, dobol, gangguan pernafasan, serangan parasit.
Berdasarkan tujuan penggunaannya, pengemasan kodok dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu pengemasan kodok indukan, kodok siap konsumsi, percil dan kecebong.
Limbah kodok berupa kulit, kepala, isi perut dan kaki dapat diolah menjadi silase yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak dan pakan ikan
Tidak tersedia versi lain